Home > Journal of Life > Day 7

Day 7

Status : Single not available
Love : parah ….
Vehicycle : 1 motorcycle

Hari Ketujuh :

Hari ini gw bangun pagi dengan mata sembab dan gw sangat malas melakukan segala aktifitas. Sehabis mandi dan sarapan pagi, gw coba belajar banyak hal yang gw blom tau. Gw coba browsing semua hal tentang project2 (sapa tau bisa memulai bisnis dari sana). Gw browsing2 cukup lama juga, setelah capek gw nonton dvd lagi.

Gw saat itu nonton film horor, dan disitu di ceritakan semua kejadiannya berulang-ulang dan berulang-ulang bahkan di gambarkan bahwa semua kejadian itu saling berhubungan. Akhirnya setelah nonton film itu gw pun yakin gw bakal pergi ke rumah ai hari itu dan siang itu juga (ndak ada hubungannya yah). Yah intinya di film itu gw melihat bahwa semua kejadian bergantung pada diri kita juga dan semuanya saling berhubungan. Gw tau sih hal itu tapi film ini menyadarkan gw saat itu.

Setelah nonton film dan makan siang karena sudah siang, gw pun bergegas untuk bersiap pergi. Setelah semua siap maka gw pun langsung menancap gas ke rumah ai. Di jalan panjang gw sedikit termenung dan teringat saat2 gw sama dia (karena di jalan ini gw banyak berlalu lalang bersama dia). Gw mungkin melankolis tapi yah mau gimana lagi.

Sesampai di rumahnya, seperti biasa ani pun membuka pintu (pembantunya yang selalu membukakan pintu, termasuk saat gw pulang tengah malam). Dia sebentar terdiam dan bertanya “ada apa kok kesini ndak ngasih kabar dan saat ndak ada ai” (yah setidaknya itu yang gw pikirkan). Tak lama setelah dia membuka pintu gw langsung masukkin motor di tempat biasa gw menaruh motor di rumah itu.

Setelah masuk kedalam gw mencoba mencari suster, namun suster sedang mengunjungi sanak saudaranya. Gw kangen juga sama suster, gw sayang dia (bukan hanya karena dia yang merawat ai dari kecil). Dan gw berharap bisa ketemu dia karena mungkin ini terkahir kalinya gw ketemu dia. Tapi yah apa mau dikata mungkin bukan seperti itu jalannya. Yo wiss gw berjalan perlahan ke kamar ai, biasanya gw ketemu dengan adik nya ai. Tapi kali ini semua tampak begitu sunyi dan berbeda.

Setelah masuk ke kamar ai, saat itu gw merasakan kerinduan di kamar ini juga. Gw bahkan tau tata letak kamar ini saat pertama kenal dengan ai tanpa melihatnya. Gw juga melihat celengan kita, dan gw berkeliling kamar dengan seksama. Gw ingin mengenang nya, karena banyak waktu gw juga dihabiskan di kamar itu. Gw sempat tersenyum melihat gantungan kalung ai yang tersusun rapi (seperti mau jualan, itu becanda kami biasanya). Semua tersusun sangat rapi dan kamar itupun sangat bersih.

Gw langsung meletakkan barang2 yang harus gw kembalikan ke ai. Setelah semua selesai gw sempat termanung sesaat disitu. Gw liat lagi sekeliling kamar dan terakhir gw letakan pas photo ai diatas monitor komputernya disitu ada tempat lilin. Yah gw menangis untuk kesekian kalinya, gw sangat merindukan ia dan gw sangat kehilangan dia. Gw sempet berdoa sesaat disitu untuk kesuksesan kami dan jalan hidup kami.

Setelah itu gw keluar dan pamitan ke ani. Tak lama gw pun sudah meninggalkan rumah itu, dan mungkin ini untuk yang terakhir kalinya. Kunjungan gw yang singkat disana sungguh menyentuh dan memilukan, bahkan gw masih ingat ai saat mengantar gw pulang dan berdiri di balik pagar rumahnya itu. Oh man i love her so much even until this day.

Yah tepat malam ini 7 hari saat gw dan dia terakhir berhubungan via skype (mau gimana lagi, telp yang murah itu). Malam ini 7 hari lalu saat gw masih ngobrol dengan dia dan gw masih mendengar suara dia.

Categories: Journal of Life
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.